histats

Free Elmo 2 Cursors at www.totallyfreecursors.com

GKKK Kudus

Gerbang Kudus Kota Kretek.

This is Us

Kelompok Maket SKSB 2.

This is Us

Arsitektur 2014.

This is Us

Explore Kudus.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 01 Juni 2015

Gimana sih rasanya jadi mahasiswa arsitektur ?

Masih semester 1 nih, dan baru masuk 2 bulan. Aku jawab sesuai apa yg sudah dirasakan yaaaaah :)
1. Nggak tidur, asli nggak tidur. Dari 48jam bisa tidur 5 jam itu sudah, bersyukur banget!!
2. Lupa waktu makan. Biasanya sih dane bawa roti tawar aja gitu ke kelas, biar gak laper laper banget.
3. Harus teliti dan super sabaaaaar!! (Apalagi kalo revisi, yaudalah ya) ketelitian bener bener dibutuhkan di matkul kontruksi bangunan gitu, gambar gambar denah ala teknik banget.
4. Penggaris, drawing pen, penghapus, dan peralatan lainnya wajib banget dinamai. Soalnya mahal mahal :") kalo hilang yaaaaaa, nggk rejeki kali ya :(
5. Anytime, tiap ditanyai orang "lagi apa" jawabannya pasti "lagi nugas". Papa mama sudah bosan mendengar jawaban itu, tapi mau gimana lagi? u,u
6. Kalo ada waktu kosong di kampus, pasti dibuat tidur. Entah itu alasnya apa aja :")
7. Buat dane, kost itu cuman tempat mandi aja. Lain-lainnya dane lakukan di studio.
8. Biasanya kalo keluar studio paling cuman beli alat gambar / nasi bungkus dan dimakan juga di studio.
9. Meskipun tugas dikumpulin jam 8pagi, dan jam 2an masih ngerjain berarti masih ada waktu untuk ngeberesin tugas tugas.
10. Lagu lagu di laptop bisa keputer 2-3x dalam semalam
11. Jam 3 pagi temen temen studio masih pada bangun, dan isi chat group line kita isinya nanya tugas "eh ini bener gak sih?" "Eh salah ya? Masa iya harus ngulang??"
12. Kalo kagi ada tugas dan tiba tiba ketiduran, rasanya tidur itu penyesalan yang tak bisa disalahkan :")))
Apalagi yaaaa, yaaaaa mungkin seperti itu. Dane sih masih semester 1 baru ngerasain itu, dan karena ini jurusan yg diinginkan dari dulu jadiiii masih enjoy aja sih selama ini.
Masih mau pilih arsitek? Semoga saja masih. Jangan sampe pilih arsitek karena paksaan yah :)
Ohya, kalo masuk arsi simpen baik baik yaaa foto kamu skrg. Lalu coba setelah masuk arsi kamu foto dan bedakan dulu dan sekarang, temukan perbedaan wajah kamu dalam foto itu! :))))))
Semoga membantu.
*dane kasih bonus foto salah satu denah yang sebenarnya. I'm sick of this*
Kak, kehidupan mahasiswa arsitek gmn sih?

Jumat, 15 Mei 2015

Desain Rumah Ramah Lingkungan (SPA 2)


Konsep Rumah Ramah Lingkungan
Pemanasan global menjadi ancaman dan perhatian serius bagi seluruh penghuni bumi. Melakukan penghematan energi bisa dilakukan mulai dari hal-hal kecil, termasuk dari konsep desain ramah lingkungan
Sebagai tempat aktivitas setiap keluarga, rumah tinggal adalah tempat yang sangat menyerap penggunaan energi, kedua terbesar setelah industri. Bayangkan, didalamnya manusia beraktivitas selama 16 jam bahkan mungkin lebih, yang didukung dengan penggunaan listrik yang memakan energi cukup besar. Menuju bangunan atau rumah yang ramah lingkungan, artinya kita harus mengukur mengenai dampak pada lingkungan luar serta membantu memperbaiki lingkungan dalam. Aspek yang terkait adalah rancangan arsitektur bangunan, metodologi membangun, material bangunan, efisiensi penggunaan energi, efisiensi penggunaan air dan life cycle ecological living. 
 

Desain rumah ramah lingkungan merupakan bentuk dukungan terhadap keramahan lingkungan. Yang berarti, haruslah hemat energi, karena eksplorasi terhadap penggunaan energi dapat mengancam kehidupan generasi penerus. Gerakan penghematan energi bisa dilakukan kala kita hendak membangun rumah baru atau merenovasi rumah. Apa sajakah itu?
Efisiensi Pencahayaan
Manfaatkan semaksimal mungkin cahaya matahari sebagai sumber cahaya di pagi hingga sore hari. Menggunakan cahaya matahari dapat menghemat energi listrik dari lampu yang digunakan di siang hari. Pencahayaan alami bisa diperoleh melalui pencahayaan samping yaitu dari jendela, dan pencahayaan atas yang berasal dari lubang atap. Buatlah desain rumah yang lebih terbuka pada dinding dan atap, agar cahaya matahari dapat masuk ke dalam rumah secara lebih maksimal. Mengurangi sekat ruangan, menyatukan fungsi ruang, dapat memaksimalkan cahaya yang masuk ke dalam rumah.

Efisiensi Ruang
Menggabungkan lebih dari satu fungsi dalam satu ruangan, adalah pilihan baik, dibanding harus memboroskan ruang. Misalnya meniadakan fungsi ruang tamu, karena kita jarang menerima tamu, atau lebih sering menerima tamu di teras. Buat saja ruang keluarga yang lebih besar, agar bisa nyaman dan maksimal untuk bercengkrama sekaligus menerima tamu yang sudah kenal dekat. Dalam hal ukuran bangunan, lebih besar tidak selalu lebih baik. Karena makin kecil (baca : sederhana) bangunan, akan makin baik control aspek lingkungan terhadap bangunan tersebut.

"Bangunan ramah lingkungan, dirancang dengan massa ruang, keterbukaan ruang, dan hubungan ruang luar-dalam yang cair, teras lebar, ventilasi bersilangan, dan void berimbang."
 

Pembayangan Ruang Luar, Kulit Bangunan, Ventilasi
Pemilihan bahan dan desain pembayangan, serta bukaan ventilasi yang baik, mempengaruhi kenyamanan dan energi dalam rumah. Berikan secondary skin pada dinding bagian luar, terlebih jika rumah menghadap ke arah barat. Buat teritisan di atas bukaan, yang fungsinya meredam panas matahari secara langsung ke dalam rumah. Bangunan dirancang dengan teras lebar, ventilasi bersilangan; yaitu membuat bukaan (jendela) pada dua dinding yang berbeda, innercourt serta void berimbang, untuk sirkulasi udara dan cahaya alami ke seluruh ruangan, agar hemat energi.

Atap yang “Dingin”
Pilih bahan penutup atap yang memiliki nilai hambatan hantaran panas cukup besar, dan kemampuan memantulkan panas dengan baik. Penggunaan atap dari bahan tanah atau keramik, sangat baik untuk kenyamanan ruang dalam. Tambahkan pula lembaran aluminium foil yang dipasang di bawah penutup atap. Material styrofoam yang dilapis beton (beton Styrofoam) juga berpotensi membuat dingin ruang dalam. Dinding rumah tetap terasa “dingin” meskipun saat siang hari.
Material Ramah Lingkungan
Gunakan bahan bangunan yang tepat, efisien, dan ramah lingkungan. Pilih produk lokal yang berkualitas, untuk meminimalkan terjadinya kontaminasi lingkungan, mengurangi pemakaian sumber daya alam tak terbarukan dengan optimalisasi bahan baku alternatif, serta menghemat penggunaan energi secara keseluruhan. Memilih bahan baku lokal atau dari pabrik terdekat berarti menghemat transportasi dan mengurangi karbon emisi dari kendaraan. Tak ada salahnya, memanfaatkan material bekas atau sisa bahan renovasi, misalnya genteng bekas, kayu atau bambu bekas perancah, kusen lama.

Pemanfaatan Lahan Hijau
Elemen vegetasi berpotensi untuk menyejukkan lingkungan dan menurunkan udara panas, serta meredam panas. Semakin banyak pohon yang ditanam, udara makin sejuk dan oksigen yang dihasilkan dapat mencegah pemanasan global. Ciptakan roof garden atau vertical garden, jika halaman tidak memungkinkan. Dinding yang dijalari tanaman rambat membuat suhu udara di luar dan di dalam turun, sekaligus untuk pasokan udara bagi penghuni.
Gaya Hidup Hemat
• Hemat Air. Kurangi kebiasaan berendam di bathtub, mencuci kendaraan dengan air yang mengalir dan terbuang kemana-mana. Ganti bak mandi atau bathtub dengan shower , untuk menghemat air.
• Buat sumur resapan, lubang biopori atau septictank ramah lingkungan yang tidak mencemarkan lingkungan.
• Memakai perangkat elektronik dan rumah tangga yang hemat energi, akan berpengaruh dengan biaya listrik yang dikeluarkan tiap bulan. Pilih yang hemat energi listrik, sehingga memiliki life cost yang ringan untuk operasionalnya.